3 Des 2012

UP RISING STAR - Gank X Akustik

GANK - X AKUSTIK

Jika Korea punya GANGNAM STYLE, JOGJA punya Gank-X Akustik...

Hah?! Apaan tuh Gank-X Akustik???
Gank-X Akustik atau adalah sebuah grup musik akustik yang memainkan musik perpaduan instrumen tradisional dan modern. Gank-X terbentuk pada medio pertama tahun 2006, berawal dari keprihatinan generasi senior terhadap pemuda Kampung Minggiran yang senang kongkow dengan kegiatan negatif. Maka dibentuklah sebuah kelompok untuk mewadahi kegiatan mereka, kelompok ini kemudian mengekspresikan kegiatan mereka dalam bidang musik.
Gank-X sendiri merupakan singkatan dari Generasi Anak Negeri Kreatif. Tanda strips (-) yang ditempatkan ditengah memiliki dua arti. Pertama, (-) berarti stop, maksudnya adalah berhenti berfikir dan bertindak negatif. Kedua, (-) berarti mengarahkan/menyambungkan mereka pada hal-hal yang tak terdefinisi atau X (makna tak terbatas) dalam hal berkesenian. Entah itu dalam seni musik, seni teater, maupun seni tari. Visi & Misi Gank-X yaitu meningkatkan kecintaan pemuda/pemudi dalam menghargai hasil cipta, rasa, dan karsa sebagai ciri identitas bangsa.
Gank-X memulai perjalanan musik mereka dari manggung di kampung sendiri, setelah itu beranjak keluar wilayah. Semakin lama, mereka semakin lama dikenal oleh masyarakat Kota Jogja terutama para pegiat seni dan musik. Gank-X mulai manggung di luar wilayah mereka. Undangan untuk tampil di berbagai acara berdatangan, dalam satu bulan Gank-X bisa tampil satu hingga dua kali di tempat yang berbeda.
Mereka juga kerap mengikuti lomba musik dan tak jarang mendapatkan penghargaan musik. Beberapa karya musik Gank-X bahkan pernah menjadi sountrack beberapa acara diantaranya lagu Nagari Ngayogyakarta pada event FKY 2011 dan event Jogja The City of Tolerance, serta lagu Ngrayah Gunungan pada event Gerebeg Gunungan. Hingga saat ini, Gank-X telah memiliki karya sebanyak 16 judul lagu.
Sejak berdiri 6 tahun silam, Gank-X memiliki satu pembimbing tetap. Beliau ialah Bapak Achmad Yani atau yang akrab disapa ‘Pak Yani’, beliau juga merupakan salah satu generasi senior yang menjadi pelopor berdirinya Gank-X. Banyak karya yang telah beliau ciptakan untuk grup musik ini sehingga Gank-X mulai naik daun. Tak hanya itu, Pak Yani juga tak lelah mengajari anak-anak Gank-X memainkan alat musik, meski dari nol sekalipun. “Boleh ‘nakal’ tetapi di panggung saja...” itulah salah satu pesan Pak Yani. Harapan Pak Yani untuk grup musik ini adalah bisa memunculkan grup musik yang anggotanya berasal dari satu wilayah.
Gank-X biasa kumpul dan latihan di rumah pembimbing mereka. Waktunya malam hari, dua hingga tiga kali dalam seminggu. Jika ada jadwal manggung, tentu saja mereka akan latihan lebih intensif. Anggota Gank-X saat ini mencapai 28 orang pemuda/i dari 4 RW di Kampung Minggiran. Gank-X memiliki junior yaitu Gank Boys & Girls yang isi-nya terdiri dari anak-anak yang lebih kecil. Kelompok ini diharapkan menjadi re-generasi Gank-X berikutnya.
Salah satu anggota remaja Gank-X Akustik yaitu Rahadyan Isnawan (Dian/bassist). Siswa kelas X SMA Negeri 5 YK itu bergabung sejak tahun 2010. Saat itu ia masih duduk di bangku SMP kelas 2. Bagi Dian, dan juga teman-teman lainnya, Gank-X sudah seperti keluarga sendiri. Suasana latihan selalu ramai, seperti malam itu ketika redaksi berkunjung ke basecamp mereka. Latihan tidak selalu serius, kadang diselingi dengan guyonan dan saling ejek sesama anggotanya. Meski begitu, mereka sama-sama tau semua itu hanya candaan. Semoga dengan guyub rukun sesama anggota, Gank-X bisa tetap langgeng berkarya di dunia musik... (Nisya Rifiani)

Prestasi Musik (2012) ::
- Juara III – Jogja International Percussion, Cullinary, and Tourism (2012) – Kategori Pelajar SMA
- Juara harapan IV - Jogja International Percussion, Cullinary, and Tourism (2012) – Kategori Umum
- Juara harapan IV – Lomba Gejog Lesung Tingkat DIY (2012)









0 komentar:

Posting Komentar