18 Des 2012

Renaissance



KULIAH KOMUNIKASI
RENAISSANCE
Oleh : Nisya Rifiani

Setelah zaman pertengahan mengalami zaman keemasan pada masa Thomas van Aquiro, dan sebelum abad pertengahan berakhir, sekitar abad ke-15 dan ke-16 mulai ada gerakan renaissance (1350 – 1600). Renaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat kepada kebudayaan klasik yakni kesusasteraan dan kebudayaan Yunani dan Romawi kuno. Aliran ini membelokkan perhatian yang tadinya semata-mata diarahkan kepada tulisan-tulisan keagamaan ke arah keduniawian, dan mengakibatkan timbulnya pandangan-pandangan baru. Reformasi serta perang-perang agama yang terjadi menyebabkan manusia berhasil melepaskan diri dari penguasaan gereja. Hasilnya adalah timbul gagasan mengenai perlunya ada kebebasan beragama serta ada garis pemisah yang tegas antara soal-soal agama dan soal-soal keduniawian, khususnya di bidang pemerintahan.
Gerakan renasissance pertama kali timbul di kota-kota dagang di Italia, namun pada perkembangannya akhirnya menyebar ke seluruh Eropa. Gerakan renaissance ini adalah gerakan yang dipelopori kaum intelektual, sastrawan, seniman, dan didukung oleh para kaum pedagang elite. Gerakan ini menganggap bahwa zaman pertengahan itu adalah zaman gelap, zaman barbar, zaman yang dikungkung oleh gereja. Disebut zaman barbar, karena raja-raja zaman pertengahan itu adalah raja-raja keturunan bangsa liar, bangsa barbar yang menyerbu dan menghancurkan kekaisaran zaman Romawi warisan zaman kuno. Pada abad ke-5, bangsa barbar itu menyerbu kerajaan-kerajaan di seluruh Eropa. Mereka diduga berasal dari Asia Tengah. Di Eropa suku-suku barbar itu beramai-ramai mendirikan kerajaan. Misalnya suku Germania mendirikan kerajaan di Jerman, suku Frank mendirikan kerajaan di Perancis, dan lain-lain. Raja-raja baru itu langsung masuk agama Kristen, sehingga kerajaan-kerajaannya cepat menjadi besar karena mendapatkan dukungan dari rakyat-rakyat yang telah beragama Kristen, sekaligus didukung oleh pemimpin gerejanya.
Beberapa tokoh sastra gerakan renaissance misalnya, Boccasio (1313 – 1375), Petrarca (1304 – 1347), Leonardo da Vinci (1452 – 1519), Michelangelo (1475 – 1565). Mereka mulai mempelajari sastra-sastra klasik Yunani, filsafat Yunani kuno ajaran Plato, Aristoteles, dan sebagainya, yang kemudian melahirkan pribadi-pribadi yang merdeka, semangat individualisme, dan semangat liberalisme. Tokoh-tokoh yang lainnya ialah Nicolaus Copernicus (1473 – 1543), Johannes Kepler (1571 – 1630), GalileoGalilei (1564 -  1643), Francis Bacon (1561 – 1623), sebagai peletak dasar filosofi untuk berkembangnya ilmu pengetahuan. Zaman renaissance menunjukkan perkembangan yang cukup menonjol dalam kesenian dan ilmu pengetahuan. Kelanjutan dari renaissance adalah humanisme.
Salah satu produk yang penting dari renaissance adalah bangkitnya kesadaran akan harga diri sebagai individu yang merdeka. Humanisme membangkitkan perasaan hidup dan perasaan kepribadian, saat itu manusia sadar atas kemanusiaannya. Orang-orang mulai melepaskan gaya berpikir skolastik zaman pertengahan dengan metode deduktif, maka mulai zaman renaissance dan kemudian humanisme (abad ke-17 sampai abad ke-18) orang-orang mulai mengembangkan pemikiran-pemikiran dengan metode induktif yang berkembang dalam dunia bahasa dan sastra, kemudian menjalar ke bidang ilmu pengetahuan termasuk ilmu fisika, biologi, psikologi, dan lain-lain. (Nisya Rifiani/2006)
#

Kepustakaan
Budiarjo, Miriam. 1977. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Fudyartanta. 2005. Psikologi Kepribadian: Freudianisme. Yogyakarta: Zenith Pulbisher.
Kattsoff, Louis O. 1986. Pengantar Filsafat. Alih bahasa oleh Soejono Soemargono. Yogyakarta : Tiara Wacana.

0 komentar:

Posting Komentar