KULIAH KOMUNIKASI
RENAISSANCE
Oleh : Nisya Rifiani
Setelah zaman pertengahan
mengalami zaman keemasan pada masa Thomas van Aquiro, dan sebelum abad
pertengahan berakhir, sekitar abad ke-15 dan ke-16 mulai ada gerakan renaissance (1350 – 1600). Renaissance adalah aliran yang
menghidupkan kembali minat kepada kebudayaan klasik yakni kesusasteraan dan
kebudayaan Yunani dan Romawi kuno. Aliran ini membelokkan perhatian yang
tadinya semata-mata diarahkan kepada tulisan-tulisan keagamaan ke arah keduniawian,
dan mengakibatkan timbulnya pandangan-pandangan baru. Reformasi serta
perang-perang agama yang terjadi menyebabkan manusia berhasil melepaskan diri
dari penguasaan gereja. Hasilnya adalah timbul gagasan mengenai perlunya ada
kebebasan beragama serta ada garis pemisah yang tegas antara soal-soal agama
dan soal-soal keduniawian, khususnya di bidang pemerintahan.
Gerakan renasissance pertama kali timbul di
kota-kota dagang di Italia, namun pada perkembangannya akhirnya menyebar ke
seluruh Eropa. Gerakan renaissance
ini adalah gerakan yang dipelopori kaum intelektual, sastrawan, seniman, dan
didukung oleh para kaum pedagang elite.
Gerakan ini menganggap bahwa zaman pertengahan itu adalah zaman gelap, zaman barbar, zaman yang dikungkung oleh
gereja. Disebut zaman barbar, karena raja-raja zaman pertengahan itu adalah
raja-raja keturunan bangsa liar, bangsa barbar yang menyerbu dan menghancurkan
kekaisaran zaman Romawi warisan zaman kuno. Pada abad ke-5, bangsa barbar itu
menyerbu kerajaan-kerajaan di seluruh Eropa. Mereka diduga berasal dari Asia
Tengah. Di Eropa suku-suku barbar itu beramai-ramai mendirikan kerajaan.
Misalnya suku Germania mendirikan kerajaan di Jerman, suku Frank mendirikan
kerajaan di Perancis, dan lain-lain. Raja-raja baru itu langsung masuk agama
Kristen, sehingga kerajaan-kerajaannya cepat menjadi besar karena mendapatkan
dukungan dari rakyat-rakyat yang telah beragama Kristen, sekaligus didukung
oleh pemimpin gerejanya.
Beberapa tokoh sastra
gerakan renaissance misalnya,
Boccasio (1313 – 1375), Petrarca (1304 – 1347), Leonardo da Vinci (1452 –
1519), Michelangelo (1475 – 1565). Mereka mulai mempelajari sastra-sastra
klasik Yunani, filsafat Yunani kuno ajaran Plato, Aristoteles, dan sebagainya,
yang kemudian melahirkan pribadi-pribadi yang merdeka, semangat individualisme,
dan semangat liberalisme. Tokoh-tokoh yang lainnya ialah Nicolaus Copernicus
(1473 – 1543), Johannes Kepler (1571 – 1630), GalileoGalilei (1564 - 1643), Francis Bacon (1561 – 1623), sebagai
peletak dasar filosofi untuk berkembangnya ilmu pengetahuan. Zaman renaissance menunjukkan perkembangan
yang cukup menonjol dalam kesenian dan ilmu pengetahuan. Kelanjutan dari renaissance adalah humanisme.
Salah satu produk yang
penting dari renaissance adalah
bangkitnya kesadaran akan harga diri sebagai individu yang merdeka. Humanisme
membangkitkan perasaan hidup dan perasaan kepribadian, saat itu manusia sadar
atas kemanusiaannya. Orang-orang mulai melepaskan gaya berpikir skolastik zaman
pertengahan dengan metode deduktif, maka mulai zaman renaissance dan kemudian humanisme (abad ke-17 sampai abad ke-18)
orang-orang mulai mengembangkan pemikiran-pemikiran dengan metode induktif yang
berkembang dalam dunia bahasa dan sastra, kemudian menjalar ke bidang ilmu
pengetahuan termasuk ilmu fisika, biologi, psikologi, dan lain-lain. (Nisya
Rifiani/2006)
#
Kepustakaan
Budiarjo, Miriam. 1977. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Fudyartanta. 2005. Psikologi Kepribadian: Freudianisme. Yogyakarta:
Zenith Pulbisher.
Kattsoff, Louis O. 1986. Pengantar Filsafat. Alih bahasa oleh
Soejono Soemargono. Yogyakarta : Tiara Wacana.
0 komentar:
Posting Komentar